Buanglah Mental Gratisan, Bisnis Internet Memerlukan Modal Atau Investasi Yang Cerdas

Buanglah Mental Gratisan, Bisnis Internet Memerlukan Modal Atau Investasi Yang Cerdas-Ini curhat. Mencari uang di internet bukanlah mitos tapi banyak orang yang telah membuktikannya termasuk saya pribadi walaupun kecil dibanding teman-teman internet marketer lainnya yang dapat menghasilkan ribuan dollar perbulan.

Saya ingin menceritakan pengalaman saya. Saya ingin sekali memasuki dunia bisnis internet sejak masih kuliah kira-kira tahun 2003. Akan tetapi, pada saat itu masih buta dunia bisnis online. Ketika itu banyak penawaran bisnis online yang mengiming-iming penghasilan besar tapi harus mentransfer uang ratusan ribu rupiah. Itu yang membuat saya ragu. Saya bimbang, akhirnya memutuskan tidak memasuki bisnis internet karena harus pakai modal transfer uang segala.

Berjalan waktu, selepas lulus kuliah, saya bekerja di perusahaan swasta bidang perlengkapan alat rumahtangga. Beberapa tahun kerja offline di sana membuat saya jenuh. Akhirnya, saya keluar kerja karena saya yakin ada banyak pekerjaan di luar sana yang bisa saya kerjakan dan penghasilan lebih besar dengan pekerjaan yang lebih cocok atau menyenangkan bagi saya. Selepas keluar dari pekerjaan justeru membuat saya bingung dan frustasi. Karena bagaimana menghidupi kehidupan sehari-hari karena tak punya pendapatan.

Asri Tadda

Asri Tadda

Karena di rumah tak ada pekerjaan, saya berencana memasuki bisnis online yang katanya bisa menghasilkan uang ratusan juta rupiah dalam waktu cepat. Atas iming-iming itu, saya membeli netbook berbekal tabungan dari pekerjaan di perusahaan sebelumnya. Saya yakin bisa menghasilkan uang dari internet. Tapi ternyata setelah memasuki dunia internet eh bisnis internet banyak sekali penawaran bisnis internet, banyak sekali cara mendapatkan uang melalui internet. Itu yang membuat saya bingung. Bayangkan saya menjalankan semua program bisnis internet. Sehingga tidak fokus. Kepala pusing hampir pecah saja.

Selain itu, saya tidak mau mengeluarkan modal untuk bisnis internet karena saya ingin gratisan. Maka setiap hari saya pergi ke masjid di ITB atau kampus saya UNISBA hanya untuk mendapatkan hotspot gratis. Saya masih ingat ketika di masjid ITB dihardik Satpam. Begitupula di UNISBA dimata-matai satpam. Itu yang membuat saya tak enak. Itulah kesalahan saya tidak mau modal awal untuk bisnis internet.

Melalui mental gratisan dulu apa yang saya dapat dari bisnis internet? Bulsyit. Nol. Dengan sistem cari hotspot gratisan itu, apa hasilnya? Nol. Memang saya mengikuti bisnis internet setelah itu, tapi setelah dicek semuanya tabungan Paypal saya cuma delapan dolar selama setahun. Itu membuat saya frustasi. Akhirnya saya memutuskan berhenti dari bisnis internet karena dirasa tidak menguntungkan dan merasa kata-kata bombastis di bisnis internet bahwa cari uang di internet gampang itu bohong. Saya frustasi bisnis internet bohong. Susah dapat uang melalui internet. Bayangkan hanya dapat delapan dolar dari internet selama setahun. Program yang saya jalankan saat itu PTC dan program bisnis online lainnya. Akhirnya saya menyerah bisnis internet, banting stir bekerja sebagai honorer di lembaga pemerintahan.

Kemudian delapan tahun berlalu, adik saya membeli laptop dan modem di BEC Bandung. Setelah adik saya membeli modem, saya justeru sering meminjam modem itu untuk sekedar browsing di internet. Bukannya tidak mau beli modem, saya pernah beli modem tapi rusak. Saya hanya browsing, tidak mau terjun lagi ke bisnis internet. Trauma sekali.
gagal
Akhirnya saya pindah ke pedesaan di Sumedang karena tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari saya. Di Sumedang saya bertemu dengan gadis idaman lalu menikah. Itu yang membuat pusing, pengeluaran terus membesar apalagi sejak menikah. Tapi ada saja rezekinya. Akhirnya suatu waktu ada rombongan mahasiswa yang mau KKN menyewa rumah saya. Tahun pertama dimulai dari mahasiswa dari UNSAP Sumedang. Disusul selanjutnya, mahasiswa UNPAD Jatinangor dan Bandung. Setelah itu yang mengontrak rumah saya di Sumedang adalah mahasiswa dari UPI Sumedang.

Nah dari mahasiswa UPI Sumedang, saya mendapat bocoran di internet bisa menghasilkan uang dari menjadi seorang penulis. Maka saya browsing. Dan mencoba melamar kesana kemari melalui internet. Dan akhirnya bisa mendapatkan beberapa pekerjaan menulis itu. Pendapatan dari menulis di internet saya gunakan untuk membeli pulsa paket internet dan keperluan lainnya. Asalnya isteri saya tidak mendukung saya terjun di bisnis internet, tapi setelah menunjukkan bukti penghasilan lewat internet malah ia kini mendukung saya. Masa-masa dulu saya hanya tersenyum. Masa-masa ingin gratisan. Ternyata itu kesalahan besar. Bisnis di internet mesti mengeluarkan modal atau investasi tapi investasi modal secara cerdas yang menguntungkan. Pendek kata, dari pengalaman saya, memasuki dunia bisnis online mesti mempunyai modal, yaitu laptop dan paket internet. Jangan hanya ingin gratisan. Tapi mengeluarkan modal atau disebut juga investasi harus cerdas. Dengan cara uang itu diusahakan kembali seluruhnya bahkan lebih. Selain itu dibutuhkan kesabaran, jangan terlalu ambisius atau menggebu-gebu dapat penghasilan cepat dari internet. Pikirkanlah anda bisnis internet, ingin mendapatkan pengalaman, belajar mendapatkan uang dari internet, soal penghasilan yang besar di internet kesampingkan dulu.

Download dan Install Aplikasi Android Blog Cara Ririn KLIK DISINI

12 gagasan untuk “Buanglah Mental Gratisan, Bisnis Internet Memerlukan Modal Atau Investasi Yang Cerdas

  1. Marnes Kliker

    Bener banget mbak, mental gratisan ini harus dibuang jauh-jauh dari pikiran kita…
    Hanya saja masih banyak orang yang terjebak dengan iming-iming dengan bisnis internet gratisan, padahal kalo kita cermati sih gak ada yang namanya bisnis gratisan, itu cuma bahasa promosi aja. Yang jelas di dalam bisnis, besar atau kecil pastilah memerlukan modal baik modal meteri maupun modal lainnya 🙂

    Balas
  2. Irfan Sulistyawan

    Owww.. begitu ya mas Elan ^_^ .. Terimakasih mas atas artikel yang begitu menarik ini.. hehe.. ^_^
    Setuju sekali deh, mental gratisan memang harus dibina (binasakan).. haha 😛

    Oya, salam kenal ya mas..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *